Feeds:
Pos
Komentar

Misteri Cahaya Marfa

PhantomViva3’s Avatar

UserID: 1079779
Apabila dengungan bumi yang paling dikenal adalah Taos Hum, maka cahaya bumi yang paling terkenal adalah yang berasal dari wilayah Marfa di Texas, yang kadang disebut Marfa’s Light atau cahaya Marfa. Jadi tulisan ini akan lebih memfokuskan pada cahaya marfa.

Selain di Marfa, fenomena serupa juga terjadi beberapa bagian dunia lainnya. Ada Brown Mountain Lights di North Carolina, Hessdalen Light di Norwegia, Paulding Light di Michigan dan Min min light di Australia.

Dari antara semua fenomena tersebut, Cahaya Marfa adalah penampakan yang pertama kali dilaporkan.

Sejarah Cahaya Marfa
Pada tahun 1957, satu artikel di sebuah majalah menceritakan adanya fenomena misterius berupa penampakan bola cahaya aneh pada malam hari di dekat wilayah Marfa, Texas. Ukurannya sebesar bola basket dan terlihat mengapung setinggi bahu ke atas.

Kadang bola cahaya ini terlihat berjumlah lebih dari satu. Beberapa saksi bahkan menyaksikan bola cahaya ini membelah dan bertambah banyak. Biasanya bola-bola cahaya ini berwarna putih, merah, kuning, atau oranye dan bergerak naik turun.

Walaupun fenomena ini pertama kali dipublikasikan pada tahun itu, laporan yang lebih awal bisa ditemukan lewat cerita mulut ke mulut sejak puluhan tahun sebelumnya.

Pada tahun 1883, Seorang penduduk Texas bernama Robert Ellison sedang berkemah di sebelah barat Paisano Pass, Texas. Tak lama kemudian ia mulai menyaksikan cahaya-cahaya aneh berbentuk bola di kejauhan.

Pada mulanya ia mengira kalau cahaya itu adalah sinyal dari suku Indian Apache. Namun setelah memandangnya selama beberapa saat, ia menyadari bahwa cahaya itu bukan seperti yang dipikirkannya. Selama beberapa saat, Ellison melihat bola cahaya aneh itu menari-menari dengan liar di atas permukaan tanah. Penasaran, ia pulang ke rumah dan menceritakan penampakan itu kepada teman-temannya.

Salah seorang dari teman Ellison kemudian mengatakan kepadanya bahwa cahaya itu memang sering terlihat di tempat itu dan tidak ada seorangpun yang tahu darimana asalnya.

Setelah publikasi tahun 1957 mengenai fenomena ini, penampakan bola cahaya tersebut menjadi hal yang sangat biasa di wilayah itu. Para penduduk dapat melihat cahaya Marfa muncul hampir setiap malam.

Mereka yang ingin tahu kemudian mencoba menyelidiki sumber bola cahaya tersebut. Namun mereka tidak menemukan apapun. Tidak ada bangunan, api unggun, aktifitas manusia atau deposit mineral yang mencurigakan.

Saking umumnya fenomena ini, di wilayah Marfa, bahkan disediakan satu tempat dimana para turis dapat melihat cahaya tersebut dengan jelas, yaitu di sisi selatan Highway 90, sekitar 8 mil timur Marfa. Para pemburu cahaya dapat memarkir mobil mereka disitu dan melihat ke arah puncak Chinati. Dan disinilah umumnya mereka bisa melihat bola-bola cahaya aneh menari-nari di udara.

Darimanakah cahaya misterius itu berasal ?

Teori-teori
Ada beberapa teori yang berusaha menjelaskan sumber cahaya aneh tersebut, baik yang bersifat sains atau tidak.

Sebagian orang menyebut cahaya ini adalah cahaya yang berasal dari ufo atau alien. Sebagian lagi mengatakan bahwa cahaya itu adalah arwah yang termanifestasi dalam bentuk orb.

Tentu saja saya tidak akan menghabiskan waktu untuk membahas kedua teori itu. Tapi saya akan membahas teori yang bersifat sains.

Gas Rawa
Satu abad yang lalu, tidak ada cahaya yang lebih terang dibanding lentera atau api unggun. Jadi beberapa peneliti mengusulkan kemungkinan gas yang berasal dari rawa. Gas yang naik dari rawa akan termanifestasi dalam bentuk cahaya-cahaya. Namun masalahnya di wilayah marfa, tidak pernah ada rawa yang ditemukan.

St Elmo’s Fire
Teori lainnya adalah St Elmo’s Fire, yaitu sebuah fenomena cuaca elektrikal dimana cahaya plasma tercipta oleh pelepasan koronal yang berasal dari objek dekat permukaan tanah yang berada di atmosfer yang dipenuhi oleh medan elektrik.

Stop ! anda mungkin berteriak !

Tenang, saya tahu, definisi di atas terlalu membingungkan. Bahkan saya yang menulisnya sama sekali tidak mengerti artinya.

Jadi saya akan mempermudahnya. St Elmo’s fire adalah kilauan yang menyertai pelepasan listrik yang terus menerus dari objek tertentu.

(Jika anda masih belum memahami definisi ini, maka saya tidak tahu harus berkata apa lagi.)

Oh ya, St Elmo’s Fire ini juga pernah menjadi teori penjelasan mengenai penampakan ufo di masa lampau seperti foo fighters yang pernah saya tulis sebelumnya.

Fenomena ini sering muncul ketika terjadi petir dan waktu tertentu dimana awan yang mengandung muatan listrik muncul. Namun disinilah kelemahan teori ini. Fenomena ini tidak tercipta apabila syarat di atas tidak terpenuhi.

Pembalikan temperatur
Diantara semua teori mengenai sumber cahaya Marfa, ada satu teori yang dianggap paling tepat sebagai pemecahan kasus ini. Teori ini telah diuji dan dibuktikan, yaitu teori pembalikan temperatur.

Menurut beberapa peneliti, cahaya Marfa sesungguhnya berasal dari lampu mobil yang bertemu dengan fenomena pembalikan temperatur.

Pembalikan temperatur sendiri terjadi ketika udara padat yang dingin terjebak pada lapisan udara hangat di dekat tanah.

Jadi, ketika sebuah mobil lewat di jalan tol, bahkan bermil-mil jauhnya, dan bertemu dengan kondisi pembalikan temperatur, maka cahaya lampu mobil akan menciptakan bola-bola cahaya aneh yang mengapung di udara.

Dalam kasus Marfa, pembalikan temperatur terjadi akibat Iklim puncak Chinati yang hangat bertemu dengan iklim plato Marfa yang lebih dingin.

Oh ya, satu lagi. Teori ini juga dipakai oleh para pejabat militer Amerika dari project blue book untuk menjelaskan fenomena Washington national airport sightings.

Eksperimen pembuktian cahaya Marfa
Teori penyimpangan temperatur ini terbukti pada tahun 2004. Saat itu University of Texas mengirim sekelompok mahasiswa fisika untuk menyelidiki cahaya Marfa. Mereka menemukan bola-bola cahaya ini muncul tepat ketika mobil melewati Highway 67. Dan bukan itu saja, frekuensi kemunculan cahaya ini memiliki korelasi dengan frekuensi lalu lalang kendaraan di Highway 67.

Eksperimen pembuktian cahaya Min min
Kesimpulan para mahasiswa fisika ini juga diteguhkan oleh seorang profesor dari University of Queensland, Australia, yang menyelidiki Cahaya Min min di Australia.

Menurut Prof. Jack Pettigrew, cahaya Min min di Queensland juga tercipta akibat refleksi dari sumber cahaya yang bermil-mil jauhnya. Bahkan menurutnya, ia bisa menciptakan cahaya yang sama dengan fenomena Min min.

Pertama kali Prof Pettigrew melihat cahaya Min min, ia juga kebingungan dibuatnya. Namun setelah melakukan penelitian yang mendalam, ia menyadari bahwa pada saat ia menyaksikan bola cahaya itu, ada sebuah mobil yang sedang lewat di dekat situ.

Sama seperti para mahasiswa fisika dari University of texas, Prof Pettigrew juga mengadakan uji coba. Ia mengendarai mobilnya melewati jalan tertentu di Queensland dan enam pengamat yang berdiri di tempat lain menyaksikan sebuah bola cahaya mengapung di udara, Cahaya Min min.

Kesimpulan akhir
Ok…sekarang kita tahu bahwa cahaya bumi seperti cahaya Marfa misalnya disebabkan oleh adanya lampu mobil yang bertemu dengan pembalikan temperatur.

Tapi, bagaimana dengan penampakan Robert Ellison pada tahun 1883. Henry Ford baru menciptakan mobil pertamanya tahun 1896.

Para peneliti yang menganggap misteri ini telah terpecahkan berpikir sangat sederhana. Mereka menyimpulkan bahwa tidak ada bukti bahwa Robert Ellison pernah menyaksikan cahaya Marfa. Jadi mereka beranggapan bahwa penampakan cahaya sebelum mobil lalu lalang di Marfa adalah laporan palsu.

Nah, disinilah saya memiliki perbedaan pendapat dengan para peneliti. Menurut saya kebetulan yang aneh kalau cerita turun temurun kemudian “kebetulan” termanifestasi di wilayah yang sama puluhan tahun kemudian.

Tapi apa boleh buat. Apabila di pengadilan, untuk membuktikan seseorang bersalah atau tidak bersalah, dibutuhkan Saksi dan Bukti.

Mengenai penampakan Ellison, saksinya sudah lama menjadi tanah. Sedangkan mengenai bukti, sayang, saat itu Ellison tidak membawa kamera. Tapi kita tidak bisa menyalahkannya bukan ?

Apakah misteri cahaya Marfa sudah terpecahkan ? Saya rasa saya akan menganggapnya benar-benar terpecahkan jika penampakan Ellison bisa dijelaskan.
semua dari sumber : http://xfile-enigma.blogspot.com/200…rpecahkan.html

Menarik sekali membahas tentang gelombang otak dan kinerjanya. Gelombang otak ini dikenal sebagai brainwave. Brainwave pada manusia terdiri dari Betha, Alpha, Tetha dan Delta. Sering kita mendengar istilah brainwave atau yang akrab disebut dengan gelombang otak. Sejatinya otak merupakan kumpulan sel saraf yang mampu menghasilkan gelombang listrik yang berdinamisasi. Gelombang inilah yangdisebut dengan gelombang otak. Terdapat alat untuk mengukur gelombang listrik yang dihasilkan otak yaitu Electro Encephalograph (EEG). Gelombang otak tidak hanya menunjukkan kondisi pikiran dan tubuh seseorang, tetapi dapat juga distimulasi untuk mengubah kondisi mental seseorang. Dengan mengkondisikan otak agar memproduksi atau mereduksi jenis frekuensi gelombang otak tertentu, maka dimungkinkan untuk menghasilkan beragam kondisi mental dan emosional. Secara garis besar, otak manusia menghasilkan empat jenis gelombang otak secara bersamaan, yaitu beta, alpha, tetha, delta.

Gelombang Beta adalah kondisi pikiran ketika manusia berada dalam posisi aktif dan waspada. Gelombang ini bekerja pada situasi umum di mana manusia tengah menjalankan aktivitas normal dalam kehidupan sehari-hari. Frekuensi pikiran pada wilayah gelombang ini berada pada kisaran 14-24 Cps (diukur dengan perangkat EEG).

Gelombang Alpha adalah kondisi pikiran ketika manusia tengah berkonsentrasi dan terfokus kepada satu tujuan atau sasaran saja. Contohnya adalah bila manusia sedang membaca, main game, menonton televisi, membetulkan barang yang rusak, atau justru dalam situasi di mana seseorang itu sedang melakukan relaksasi, melamun, atau bahkan santai dan tidak melakukan apapun. Frekuensi pikiran pada wilayah gelombang ini berada pada kisaran 7-14 Cps.

Gelombang Theta adalah kondisi pikiran dalam suasana relaksasi yang sangat ekstrim. Dalam kondisi pada gelombang ini, seseorang bisa merasa bahwa dirinya seolah-olah sedang tertidur. Kondisi macam ini juga terjadi bilamana seseorang sedang melaksanakan aktivitas meditasi yang sangat dalam. Gelombang Theta juga dikenal dengan aktivitas Rapid Eye Movement (REM), di mana seseorang dianggap telah tertidur, dengan mata tertutup, namun sesungguhnya bola matanya bergerak cepat ke sana-kemari. Pada gelombang Theta inilah mimpi-mimpi muncul. Frekuensi pikiran pada wilayah gelombang ini berada pada kisaran 3,5-7 Cps.

Gelombang Delta adalah situasi di mana seseorang telah jatuh tertidur dalam kondisi lelap, nyenyak. Pada kondisi ini, tidak ada mimpi. Kondisi macam ini juga dialami oleh mereka yang jatuh pingsan atau koma dengan skala yang ‘parah’. Frekuensi pikiran pada wilayah gelombang ini berada pada kisaran 0,5-3,5 Cps.

Perpindahan area gelombang di atas tidak bisa terjadi secara perlahan tapi tentunya dengan dengan bertahap – tahap. Berbeda katika seseorang memaksa dirinya untuk tidur maka akan terjadi perpindahan gelombang dari alpha, betha, tetha, hingga delta. Kondisi ini memungkinkan seseorang masih tetap berada di wilayah tetha dan mengalami mimpi. Mengapa bisa terjadi mimpi dikarenakan alam bawah sadar bekerja dengan sangat baik berlawanan dengan alam sadarnya yang sama sekali tidak bekerja. Jadi orang dalam keadaan ini mereka merasa bahwa dirinya telah tertidur karena mereka tidak mampu untuk menangkap bunyi dan tidak mampu melihat objek secara langsung. Akibat kerja alam bawah sadar inilah yang menimbulkan terjadinya mimpi. Saat tertidur dan berada pada wilayah tetha maka mimpi yang dialami akan menyesuaikan dengan kondisi hati si pemimpi. Tentu seolah – olah jika mimpinya negatif maka orang akan berpikir bahwa akan terjadi kejadian buruk dalam hidup mereka. Inilah yang kadang menyebabkan banyak manusia phobia terhadap mimpi. Sementara mimpi nerupakan bunga tidur. Tapi kadang justru banyak manusia yang mendramatisir keadaan dengan menjadikan mimpi sebagai acuan atas segala peristiwa yang diyakini telah dialami atau akan dialaminya di masa depan.
sumber:www.google.com

Minggu, 6 Desember 2009
Bongkahan es raksasa yang jumlahnya ratusan bergerak dari Antartika menuju pulau-pulau di Selandia Baru. Bongkahan es yang besarnya seperti stadion itu dikhawatirkan Pemerintah Selandia Baru mengancam pelayaran. Hasil pemotretan satelit menunjukkan, bongkahan besar es baru saja melewati kawasan pulau Auckland dan menuju pulau utama South Island, sekitar 450 kilometer arah timur laut.

”Peringatan berlaku bagi semua kapal di kawasan itu agar waspada terhadap keberadaan bongkahan es,” kata juru bicara kelautan Selandia Baru, Ross Henderson, seperti dilaporkan AFP, Senin (23/11). Keberadaan bongkahan es dalam kelompok besar itu disampaikan ahli gletser dari Divisi Antartika Australia.

Mereka terus memantau pergerakan bongkahan-bongkahan es tersebut. Menurut mereka, bongkahan es itu merupakan bagian dari bongkahan raksasa yang Oktober lalu terlihat di sekitar Pulau Macquarie, Australia.

Saat itu, dua bongkahan besar—yang pertama selebar dua kilometer dan kedua sebesar stadion olimpiade ”sarang burung” Beijing—terpantau di sana. Sementara itu, yang terpantau menuju Selandia Baru hari Senin lalu sudah terpecah-pecah dalam berbagai ukuran.

Beberapa di antaranya memiliki lebar 200 meter. ”Semua berasal dari satu bongkahan besar, yang mungkin luasnya 30-an kilometer persegi di Antartika sana,” kata salah satu ahli gletser, Neal Young. Meningkatnya suhu global dan muka laut karena pemanasan global dituding sebagai penyebabnya.

Setelah tiga tahun Menurut Neal Young, bongkahan es dalam jumlah besar terakhir terlihat mengapung di dekat Selandia Baru pada tahun 2006 lalu. Saat itu, hanya berjarak 25 kilometer dari garis pantai—kejadian pertama setelah tahun 1931.

Untuk kepentingan publikasi, tahun 2006, seekor domba yang diangkut helikopter dicukur bulunya di atas bongkahan es yang sedang mengapung. Selandia Baru dikenal sebagai pusat industri wol. ”Yang terlihat saat ini memiliki jalur pergerakan yang sama menuju Selandia Baru. Apakah menuju South Island, sulit mengatakannya,” kata dia. Namun, ia yakin akan semakin sering melihat kejadian serupa bila suhu global terus meningkat.

Sejumlah ahli tidak yakin akan hal ini. Berkurangnya luasan es Antartika di Kutub Selatan telah teridentifikasi beberapa tahun terakhir. Namun, berkurangnya lapisan es di kawasan Antartika timur dalam jumlah besar, selama tiga tahun terakhir, dinilai para ahli sebagai ”kejutan”. Tidak seperti lapisan es di Antartika barat, yang selama ini dikenal rentan dan tidak stabil, lapisan es di Antartika timur dikenal sangat stabil.

Namun, sejumlah ahli belum meyakini fenomena itu terkait erat dengan perubahan iklim. Prediksi kerugian Di tengah pro-kontra lelehan es di kutub sebagai dampak pemanasan global, sebuah studi diluncurkan WWF di Swiss, Senin lalu. Banjir besar diperkirakan akan melanda kota-kota pelabuhan utama di dunia dan menimbulkan kerugian hingga 28 triliun dollar AS pada tahun 2050.

Kenaikan muka laut akan mencapai setengah meter bila suhu global naik 0,5 hingga 2 derajat Celsius pada kurun waktu sekarang sampai 2050. Pada saat itulah kerugian triliunan dollar AS ditimbulkan dari 136 kota pelabuhan besar di dunia.

assalamu’alaykum kawan……hallooww…dunia…..perkenalkanlah……

nama ku adalah mulkan azizi…seorang anak yang lahir di jakarta pada tanggal 30 april 1991..rumahku berlokasi di ciputat, sebuah daerah dekat perbatasan antara jakarta dan banten,..aku dahulu sekolah di TK Aisyiah..berlokasi di ciputat tangerang. SD ku di SDN 1 ciputat berlokasi tidak jauh dari TK aku dahulu…SMP ku di MTsN3 pondok pinang…lokasinya lebih jauh dari pada ciputat..SMA ku di SMAN 74 jakarta selatan…lebih jauh dari pada SMP ku..apalagi dari ciputat..lokasinya di jalan arteri di komplek KOSTRAD…kebayoran lama selatan..dan alhamdulillah…sekarang aku ditakdirkan untuk menjelajah, sehingga sekarang aku kuliah di undip, Semarang, jurusan teknik elektro….lokasinya sangat jauh dari TK,SD,SMP, dan SMA ku..jadi ga mungkin pulang-pergi dari rumah ke kampus…jadi otomatis aku kos…(hehe yaiyalah…)..kos ku di jalan banjar sari gang iwenisari no.27…

hobi?? mm kalo ditanya masalah hobi…aku paling bingung jawabnya…masalahnya hobiku banyak banget….tapi yang paling sering kulakukan ialah aku sangat suka sekali menatap langit di malam hari..aku suka astronomi, hal-hal yang berkaitan dengan alam semesta, galaksi, jagadraya dan ruang angkasa….selain itu..aku sangat suka alam..aku menjuluki diriku dengan sebutan “the Nature boy”….aku suka naik gunung, menaklukan halangan rintangan,petualangan, teka-teki yang mengasah logika,penelitian-penelitian sederhana tapi luar biasa, maen futsal, badminton,
dan masih banyak lagii…

aku adalah tipe orang yang biasa yang berusaha menjadi manusia luarbiasa ,,,aku memang pendiam….tapi dibalik sifat pendiam itu ada hal yang akan membuat semua orang menjadi terdiam…tentunya hal luar biasa….
aku sangat suka sekali memotivasi orang..membuat orang tersebut dapat menemukan solusi dari permasalahan…..karena aku ingin menjadi motivator hebat seperti andre wongso, mario teguh dll…..aku juga ingin sekali menjadi ilmuwan muda muslim….itu adalah target ku ..untuk menjadi ilmuwan muda muslim ( IM2 ) seperti ibnu sina,al-farabi,jabir bin hayyan, al-khawarizmi, arrozi,al-kindi dll….

“aku adalah orang biasa yang akan menjadi orang yang luar biasa dimana pun ku berada,aku adalah orang yang akan membuat dunia tercengang…..”

“berjalanlah dengan cepat atau kau akan terkejar…berlarilah ketika orang lain duduk tenang, menuju mozaik – mozaik impian mu”

” ISY KARIMAN AUMUT SYAHIDAN”
cukup sekian dulu perkenalan tentang diri ku..
apabila ada salah kata…mohon dimaafkan…

salam sukses…
wassalamul’alaykum.wb.wb….

“the nature boy”

the nature boy

my self

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!